27/06/13

Perahu Kertas 2 Quotes

Sebelumnya aku udah pernah post quotes dari PK 1 yang super pendek hehe, bisa baca di sini. Dan kali ini mau ngepost quotes dari PK 2.
Enjoy :)

Dear, Neptunus. Taukah kamu kenapa kali ini aku mengarung perahu kertasku hingga ke tengah laut? Aku ingin perahu kertasku berlabuh. Aku sangat ingin hatiku berlabuh kemanapun itu -Kugy

Kamu udah bawa aku kabur sejauh ini loh, aku berhak tau jawabannya -Kugy

Setiap aku mau ngelukis, itu semua karna tulisan kamu. Kanvasku punya kehidupan lagi -Keenan

Kamu pernah bilang sama aku, kalo ombak suara alam yang paling merdu -Remi

Bukannya kalian berdua punya radar-radar yg bisa sama sama tau letak kalian dimana? -Noni

Dari dulu, kalo kamu cerita tentang temen kamu yang namanya Keenan itu Gy, mata kamu langsung bercahaya. Kamu tuh lebih hidup. Nyawa kamu kaya tiba-tiba nambah 2 aja -Kakaknya Kugy

Gy, ini tuh bukan dongeng, ya ini hidup. Hadapin, kamu harus berani. Berani jujur sama diri kamu sendiri, jujur sama orang yang kamu sayangin -Kakaknya Kugy

Gak semua dongeng bisa happy ending, apa lagi realitas -Kakaknya Kugy

Kugy Karmachamaleon, saya cinta, selalu cinta, dan akan terus cinta sama kamu -Keenan

Perasaan ini gak bakal ada habisnya, Gy -Keenan

KK itu Keenan dan Kugy -Keenan

Aku tau, kamu tau, hati ini jg tau, Gy, kalo kita milih yg terbaik -Keenan

Aku sakit kaya gini setiap ingat kamu -Kugy

Aku yakin kita bisa, Gy -Keenan

Aku pasrah, Nus. Seperti semua perahu kertas yg selama ini aku larung. Dia ga pernah tau bakal mengalir ke mana, laut atau bukan. Gak semua cerita happy ending -Kugy

Ini harta karunku. Duniaku. Punya kamu sekarang. Aku mau berbagi duniaku sama kamu -Kugy

Sekarang saya tau kenapa Keenan begitu terinspirasi sama Kugy. Dibanding dia, saya bukan siapa-siapa. Saya ndak bisa jadi Kugy -Luhde

Saya cuma butuh kamu, bukan yang lain. Dan hati saya sudah memilih -Keenan

Dan lebih buruk lagi,  kalo kamu bertahan disini karna satu orang -Remi

Poyan gak tau caranya melepas -Pak Wayan

Hati itu dipilih, bukan memilih -Pak Wayan

Bertahan atau melepas, bagaimana hatimu. Hatimu yang tau -Pak Wayan

Karena bersama kamu, aku tidak takut lagi jadi pemimpi. Karna hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat. Dan bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita -Kugy

Cari orang yang bisa ngasih kamu segala-galanya, apapun itu, tanpa harus kamu minta -Remi

Karna hati kamu udah ga di sini -Remi

Kalo selamanya Keenan memlih di sini sama saya, selamanya Keenan ga akan tulus -Luhde

Saya ndak mau selamanya jadi bayang-bayang -Luhde

***
Salam agen Neptunus,
Dinda :)

26/06/13

Malaikat Juga Tahu...

Di sampingmu aku berdiri,
Aku memandangmu,
Aku mendambakanmu,

Tapi mengapa kau selalu memandang ke arahnya?
Selalu tersenyum untuknya?
Selalu mendambakannya?

Tidakkah kau lihat aku?
Aku yang berdiri di sampingmu
Aku yang menjadi tempat berkeluh-kesahmu
Aku yang sakit di sini, tapi kau tak mau tahu

Kau ingin dia di sini, menggantikan aku
Tapi kau bilang, kau tak sanggup tanpa aku
Jadi, apa maumu?
Ingin menbuatku hancur karna melihat kalian berdua di depan mataku sendiri?

Tidakkah kau merasa
Akulah yang nyata
Akulah yang mencintaimu
Bukan dia
Aku harus apa agar kau melihatku?

Silakan bandingkan,
Aku dan dia
Kau akan tahu,
Akulah juaranya

Malaikat juga tahu...

***

Tulisan ini terinspirasi oleh lagu Malaikat Juga Tahu (Dewi Lestari)

Salam,
Dinda :)

18/04/13

DIY : Scrub Kopi

Hai! Mau berbagi 'resep' scrub kopi nih. Cocok banget buat kamu yang punya pipi chubby, loh! Karena katanya, kandungan kafein dalam kopi itu bisa menghancurkan lemak dibawah kulit! Tentu aja, hasilnya akan kelihatan kalo dipake secara teratur.

Okay, langsung aja.
Bahan :
- Kopi item
- Gula pasir
- Air panas

--

Cara buat:
Campurkan 1 sendok makan kopi item dengan 1-2 sendok teh gula pasir ke dalam wadah. Lalu, masukan 3 sendok teh air panas, aduk sampai rata, namun tetap bertekstur. Oiya, air panasnya bisa disesuaikan ya, pokoknya teksturnya kasar-kasar gitu.
Setelah itu diamkan kira-kira setengah jam.

--

Cara pakai:
Gampang kok! Pertama basuh wajah degan air hangat, lalu keringkan dengan handuk, dan langsung oleskan scrub di wajah dengan gerakan memutar sambil sedikit dipijat. Diamkan 15 menit-an, lalu gosok dengan waslap/handuk lembut dan bilas dengan air dingin.

Selesai! Tapi harus diaplikasikan teratur, seminggu sekali, misalnya. Oiya, jangan lupa oleskan pelembab/moisturize untuk melembabkan & menutrisi kulit kalian yg baru muncul!
Selamat mencoba :D

Salam,
Dinda :)

14/04/13

Menghitung Embun

Pagi yang sunyi dan damai. Ku buka jendela kamarku yang menghadap ke taman mungil disamping rumah. Indahnya. Semerbak wangi bunga dan bau tanah yang khas membuatku tersenyum. Andaikan aku bisa menikmati ini lebih lama. Melewati pagiku yang indah lebih lama. Bahagia sekali, ketika ku melihat bulir embun di dedaunan yang melabai pelan diterpa angin pagi. Menghitung satu persatu bulir itu. Rasanya seperti menghitung sisa umurku. Tuhan, berikan aku umur yang lebih panjang lagi, agar aku bisa terus merasakan pagi yang indah ini, dan menghitung embun pagi yang menyejukan itu.

(By: Dinda Nur Oktaviani; ditemani gerimis kecil diluar rumah. Cerita fiktif)

23/03/13

Aku Kangen Kakak

"Aku kangen kakak!"
"Kakak juga" balasnya
Huh, aku benci! Kanapa singkat sekali? Kenapa dia tidak bertanya aku sedang apa, mungkin? Berbeda dengan dulu, seluruh perhatiannya hanya untukku―sekarang perhatiannya untukku terbagi, dia sedang dekat dengan perempuan lain.

Aku bisa apa? Aku mencintai dia, nampaknya dia juga. Tapi, tak ada status antara kita. Mungkin banyak pertimbangan yang ia pikirkan. Usia mungkin? Atau iman kita yang berbeda? Entah. Aku haya bisa bertanya dalam hati. Dia pernah bilang, dia menyanyangiku, tapi sepertinya tidak mudah. Aku tidak berani bertanya mengapa tidak mudah. Aku takut, kalau-kalau jawabannya sama seperti yang ada dipikiranku―usia dan perbedaan iman.

Sekarang, dia sudah memilih. Perempuan itu. Jarak usia mereka tidak jauh, merekapun seiman. Saat dia memberitahu kabar itu, aku bingung. Aku harus senang atau sedih? Sekarang semua berubah. Dia tidak pernah memberikanku perhatian lagi―sekedar menyapa saja tidak. Aku takut kalau ingin menyapanya. Takut ia dan pasangannya menjadi salah paham.

Aku kangen kakak!

By: Dinda Oktavia

(Cerita fiktif, bukan pengalaman pribadi, ataupun pengalaman orang lain)

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES