31/12/13

Doa di Awal Tahun

Kupanjatkan doa dalam hening malamku
Memanjatkan segala ingin
Memanjatkan segala pengharapan

Aku tidak ingin seperti mereka
Beramai-ramai mengucap doa dalam riuh
Beramai-ramai menuliskan pengharapan di akun media sosial

Bagiku doa hanya punya aku dan Sang Maha Pemberi
Bagiku doa merupakan hal yang sakral
Bagiku doa merupakan ingin dari segala ingin yang telah aku cita-citakan

Berharap segala pengharapan serta doaku tidak seperti kembang api
Hanya 'terlihat' di awal dan lama-lama hilang terbawa hembusan angin

Selamat tahun baru, teman-teman!

*aku menulis ini tepat pada pukul 00.00 :")

25/12/13

Giveaway dari Iva's Beauty Journey feat Legacy Corner

Siapa yang liburan cuma di rumah ajaaaa? *angkat tangan* yaudah daripada cuma bengong-bengong, mending ikut giveaway dari kak Iva dan Legacy Corner yukkk!

Hadiahnya cucok banget loh! 3 tas vintage yg super duper keceeeee! Siapa coba yang gak mau?! :3

Tenang, caranya gampang dan gak ribet kok. Daripada nanti aku ada salah-salah, lebih baik cuss langsung ke blog kak Iva aja, disini.

Sebenernya aku udah lama jadi silent reader nya blog kak Iva. Aku suka baca review dari dia dan liat foto makeupnya yang kece hahaha apalagi dia cantik banget ><

Huhuhu maaf cuma post pendek, soalnya ini post lewat android jadi susah ngetiknya. Gak tau kenapa daritadi coba post lewat web failed terus :"( huhuhuhu

Ohiya, ini giveaway pertama yang aku ikuti, hihi. Baiklah sekian post dari akuuuu. Wish me luck! :D

22/12/13

Denganmu, aku belajar. Bahwa cinta tak melulu dikarenakan saling menatap, ataupun saling bersua.

19/12/13

Pilihan

"Jika kamu mencintai dua orang, dan bingung memilih yang mana. Pilihlah orang kedua. Karena jika kamu benar-benar mencintai orang pertama, tak mungkin hadir orang kedua." -unknown

06/12/13

DIY : Scrub Madu

Hallo, December!!

Gak kerasa bangetkan udah Desember aja. Dan gak kerasa juga Senin depan aku UAS. Rasanya baru kemarin liburan semester kenaikan kelas, masuk sekolah dengan predikat 'anak tertua' alias kelas 9, hahaha. Waktu cepat berlalu. Katanya, kalo kita ngerasa waktu cepat banget berjalan, itu artinya kita 'sibuk' dengan berbagai kegiatan dan menikmatinya, setuju? :)

Oke, back to the topic. Seperti judul di atas, kali ini aku mau berbagi resep scrub wajah yang hampir tiap minggu aku pake, yaitu scrub madu! I love honey :D

--

Cukup campurkan 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh gula. Lalu aplikasikan ke wajah yg sudah dibersihkan terlebih dahulu (cukup cuci wajah dengan air hangat) dengan gerakan memutar secara perlahan selama 10 menit. Diamkan sebentar, lalu bilas dengan air.

--

Sebenernya, aku gak pernah pake takaran. Asal tuang madu aja, hehe. Kamu juga bisa sesuaikan dengan takaran kamu sendiri kok! ;)

Seperti yang kita tau, madu punya segudang manfaat untuk manusia. Madu punya pelembab alami yang bisa melembabkan wajah. Madu juga berkhasiat melembutkan dan mengenyalkan kulit. Madu juga bisa menghilangkan bekas luka, biasanyakan di wajah suka ada bekas jerawat, dengan teratur pakai scrub ini, bekas jerawat bisa pudar :D (lebih lengkapnya, baca di sini)

Sedangkan gula, dia membantu mengangkat sel kulit mati kita, jadi kulit terasa lebih lembut dan cerah. (lebih lengkapnya, baca di sini)

Yang paling penting, kita harus teratur memakai scrub ini. Ingat: gak ada yang instan! Dan yang pasti kita harus tetap pede supaya kita selau terlihat cantik dan 'bercahaya'.

"Setiap perempuan cantik dengan cara&jalannya masing-masing"

Semoga bermanfaat :)

Salam,
Dinda

25/11/13

Everything Has Changed

November bentar lagi usai. Rasanya cepet banget ya, perasaan baru kemarin masuk tahun 2013, eh sekarang udah mendekati bulan terakhir di 2013. Semuanya terasa cepat. Secepat orang-orang berubah.

Everything has changed. Hahaha semuanya guys. Dari si A sampe si Z. Dari hal A sampe hal Z. Entah gue yang terlalu peka dengan perubahan, atau mereka yg memang terlalu berbeda sekarang. I don't know. Tapi gue tau, pasti semua akan berubah, tinggal tunggu waktunya aja; jangan kecepetan, jangan kelamaan.

Salam,
Dinda

04/11/13

Dinda...


Assalamualaikum…



Hai semua! Terimakasih sudah mau mampir ke blogku. Semoga kalian ‘betah’ di blogku :D

Aku Dinda Nur Oktaviani, kalian bisa panggil aku Dinda. Umurku 15 tahun (ternyata saya sudah cukup tua, lol). Aku lahir di Jakarta pada tanggal 4 September 1998. Hehe, jangan salah ya, meskipun namaku ‘Oktaviani”, tapi aku lahir pada bulan September. Kadang suka sedih, beberapa temen ingetnya aku lahir bulan Oktober, jadi pas mereka liat ada yang ngucapin selamat ulangtahun ke aku di bulan September, mereka suka tanya, “Loh, Dinda bukannya lahir bulan Oktober?” dan aku ‘terpaksa’ menjelaskan. Kadang mereka juga suka ngucapin Happy Birthday di bulan Oktober loh, berasa 2 kali ultah deh. Gak papa, jadi unikkan? ;)

Aku tinggal di Jakarta sekarang, dari lahir sebenernya. Cuma, dulu aku pernah tinggal di Serang sekitar 2/3 tahun, tapi balik lagi ke Jakarta :) aku bukan tinggal di Jakarta kota yang ramai dan ‘sibuk’. Aku tinggal di pinggir kota Jakarta, dekat ke Depok dan kota-kota lain yang berbatasan dengan Jakarta. Di sini masih banyak sawah-sawah dan suasana ‘kampung’ lainnya. Pasti beda bangetkan, sama suasana Jakarta yang sibuk di sana? Hehe. Tapi gak enaknya di sini jauh kemana-mana. Mau ke Monas, jauh. Mau ke Fatahillah, jauh. Mau ke Perpustakaan Nasional, jauh. Fyi, jauh di sini dalam ukuran orang tuaku ya :p

Aku ini anak rumahan bangeeeeettttt :))) rasanya males kalo harus lama-lama di luar rumah. Misalnya, abis sekolah harus belajar kelompok, setelah itu cuss ke tempat les, rasanya pengen pulang ke rumah dulu. Ganti baju dulu, makan dulu, tiduran di lantai dulu hehehe. Makanya kalo waktu gak bener-bener mepet, aku harus banget pulang dulu.

Aku anaknya bener-bener pemaluuuu. Haha.tapi kalo udah kenal, bisa jadi malu-maluin loh,lol. Aku juga moody-an orangnya. Bisa beteeeee banget, eh tiba-tiba jadi happy lagi. Dan kalo lagi bĂȘte, aku bisa jutekin semua orang, haha. Dan karena wajahku ini emang wajah jutek, jadi lagi beneran jutek, dan lagi biasa aja, gak ada bedanya xD Aku juga cerewet dan detail banget, jadi kalo lagi kerja kelompok, biasanya aku yang paling cerewet kalo ada sesuatu yang menurutku salah. Pokoknya aku bakalan terus ngomong sampe sesuatu itu ‘bener’ :p aku orangnya juga panikkan. Temenku pernah bilang gini “Lo tuh orangnya panikkan Din, santai aja lagi. Tapi jadi bikin lo unik,” Ow.. thankyou. Tapi, unik dimananya ya? :/

Aku suka banget nulis. Nulis apa aja. Dari yang bagus (Cuma niatnya sih, lol) sampe yang absurd kaya tulisan ini. Aku juga suka banget warna unguuuuu! Katanya sih, ungu warna janda. Tapi bodo amat deh. Ungu itu super duper cute >.< tapi aku sukanya ungu soft gitu. Bukan ungu gonjreng, aneh aja kalo yang gonjreng gitu. Tapi anehnya, aku cuma punya 2 baju warna ungu, lol. Satu cardigan lama yang masih suka aku pakai, warnanya ungu soft, dan yang kedua kemeja warna ungu gonjreng yang gak banget. Nyesel belinya :(

Aku suka vintageee! Suka flowery-flowery juga. Suka yang ‘cewek’ banget deh! Aku suka kalo mampir ke blog yang designnya manis, cute, dan warnanya soft/pastel. Rasanya pengen teriak “Ini kenapa cute banget blognyaaaa???!?!!!!?” xD

Hmm apa lagi yaa…

Oh iya, aku sekarang kelas 9 di SMPN 9 Jakarta. Sekolah kesayangan walaupun tiap hari selalu ada tugas :( sekolahku ini termasuk sekolah favorit loh :D masuk sini susah, harus dengan NEM yang tinggi. Tapi gak semuanya ‘jenius’ hehe, aku juga bingung kenapa. Dan ada satu hal yang menurut aku pribadi sangat membanggakan. Bisa baca di sini :)

Oya, di blog ini, aku akan tulis apa aja yang aku mau, secara ini blogku (iyalah din) :p hehe. Dari yang serius, sampe yang gak serius. Semuanya. Ada curhatan juga yang pasti, ada DIY juga, ada banyak deh.

Aku ucapkan terimakasih banyak untuk kalian yang baca blogku, semoga suka ya. Dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan kirim komentar, aku akan senang baca komen dari kalian :D

Hmm sepertinya cukup, atau malah kebanyakan? Hihi xD. Sekali lagi, terimakasih sudah mampir!



Salam,
Dinda





Note: kalian juga bisa menghubungi aku via twitterku  dan e-mail odinda79@yahoo.com :)

03/11/13

Pengemis

Miris banget ngeliat anak-anak kecil usia SD yang dipaksa 'ngemis' sama orang tuanya (biasanya sama ibunya) di jalanan. Mereka panas-panasan, gak pake alas kaki sementara ibunya enak-enakkan ngerumpi di bawah fly over bareng teman se-genk-nya.

Tadi pagi, sekitar jam 10, gue pergi ke daerah Pasar Senen sama mama, pas lampu merah (gue gak tau tepatnya lampu merah mana, soalnya gue ga tau jalan, lol) ada anak kecil, hmm mungkin 8 tahun, nyamperin kita dan ngoceh-ngoceh gak jelas sambil mengadahkan kedua tangannya. Mama gue buka tasnya dan berniat ngasih uang buat anak itu. Gue refleks bilang, "Jangan dikasih! Liat tuh mamanya pada duduk di bawah fly over." tapi mama gue gak menghiraukan gue. Anak itu masih nungguin mama gue yg lagi buka tas, terus ada temennya yg lebih kecil nyamperin sambil nendangin kaki anak itu, dan parahnya anak itu ngomong kasar! Gue kesel banget, di pikiran gue "Ya ampun, anak kecil kok ngomongnya gitu. Gue yang 15 tahun aja takut buat ngomong gitu," dan gue langsung ngomong dengan tatapan sinis "Heh, anak kecil ngomongnya!" tapi mereka cuek aja. Kemudian setelah mama gue kasih uang ke anak pertama tadi, mereka langsung pergi cari 'mangsa' berikutnya. Setelah dapat lagi, mereka berlari-lari menuju mama mereka yg udah 'setia' nunggu. Ya Allah, gue liat dengan jelas para ibu-ibu di sana masih muda. Gue yakin blm lebih dari 30 tahun. Kenapa gak kerja aja sih? Kenapa tega liat anaknya yang seharusnya main dan sekolah, malah harus panas-panasan mencari belas kasih dari orang lain. Kalaupun gak ada yang terima mereka kerja, mereka bisa jadi pemulung. Pemulung lebih baik ketimbang harus mengandalkan belas kasihan orang lain. Atau jangan-jangan, mereka sengaja punya anak untuk dijadiin 'pekerja' mereka? Ataghfirullah.

Gak lama setelah mama gue nutup tasnya, ada anak kecil yang menghampiri kami lagi. Sama, dia mengadah dan memasang muka memelas. Mama gue buka tasnya lagi, tapi gue langsung dengan tegas bilang, "Maaf aja dek!" dia pun pergi ke kendaraan lain.

Gue kesel banget! Gregetan! Ayolah para ibu-ibu yang anaknya 'dipaksa' jadi pengemis, seharusnya anak-anak ibu dipaksa sekolah. Seenggaknya kalo mereka sekolah, kehidupan mereka akan lebih baik lagi. Dan inget, salah satu kewajiban seorang anak adalah sekolah, dan salah satu kewajiban orang tua adalah memfasilitasi anaknya untuk menuntut ilmu. Satu lagi, menuntut ilmu itu hukumnya wajib! Ya saya tau, mengemis adalah pekerjaan (Ups, emang mengemis termasuk pekerjaan? lol) yang paling mudah. Cukup pasang muka memelas, memberikan alasan yang bikin iba, dan sedikit pengorbanan kepanasan di jalan, udah bisa dapet banyak uang. Gue pernah baca di salah satu web berita, kalo pengemis bisa dapet 200 ribu sehari! Oh my.... jadi itu alasan mereka susah move on dari profesi itu :(

Jujur, dulu gue paling gak tega liat pengemis. Walaupun gue tau, penghasilan mereka gede bgt dari mengemis, tapi gue gak peduli. Di pikiran gue cuma satu; kasihan mereka. Tapi sekarang gak, gue harus tegas sama mereka. Kalo semuanya kasihan terus sama mereka, mereka semakin terlena. Semakin males. Semakin gak mau cari kerja. Kalo kita emang niat beramal sama kaum dhuafa, mending yang pasti aja. Ke badan atau yayasan yang emang bener-bener menyalurkan, misalnya. Hmm tapi, terserah masing-masing pribadi sih.

Intinya, gue kesel sama ibu-ibu yang paksa anaknya jadi pengemis!!!!

Salam,
Dinda

02/11/13

26/10/13

Mimpi Si Agen Rahasia

Nus, semalam dia datang lagi ke mimpiku. Setelah cukup lama dia gak datang, akhirnya dia datang.
Dia datang dengan sosok yang kuyakini benar dia.

Aku bertemu dia di rumahnya. Entah kenapa aku bisa di sana. Aku di sana bersama sahabat-sahabatku. Salah satu sahabatku bertanya, dia yang mana. Aku jawab, dia yang memakai sweater abu-abu yang duduk di teras bersama teman-temannya. Sahabatku panggil nama dia, dia menoleh dan bangkit menghampiri kami. Tapi aku marah sama sahabatku. Aku lari ke luar rumah sambil menangis. Dia kejar aku, lalu dia tarik tangan aku. Sekarang kita saling berhadapan. Dia liat aku nangis, terus dia hapus air mataku. Aku bingung harus apa, aku malu. Dia senyum ke arah aku. Senyumnya manis.

Setelah kejadian itu, aku lupa apa mimpiku selanjutnya.

Makash ya, Nus, udah denger ceritaku.

Salam Agen,
Dinda

20/10/13

Bahagia itu Sederhana

1 hari yang lalu
Mendengar istri mengomel di rumah,
berarti aku masih punya keluarga.

Mendengar suami masih mendengkur di
sebelahku berarti aku masih punya suami.

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya orang tua.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor
setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.

Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, jendela,
memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan, itu berarti aku dipercayai
dapat melakukannya.

Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang
mengesalkan menandakan karier/bisnis ku masih bergerak dan hidup.

Mendapatkan banyak komplain dari
customer kita menandakan bahwa
customer kita masih ada, masih loyal dan menginginkan kita menuju perubahan ke arah lebih baik.

Mendengar nyanyian suara yang fals, itu berarti aku bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari,
itu berarti aku masih hidup.

Akhirnya banyak hal yang dapat kita
syukuri setiap hari.

Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, karena secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.

Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.
Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.

Berhenti mengeluh dan bersyukurlah.
Bersyukur dalam setiap keadaan

Semoga yang membaca pesan ini selalu
diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan
dan kedamaian. Aamiin.

*

Sumber klik disini

11/10/13

Curcol

Lagi mau nulis di blog nih, hehe. Sebenernya bingung juga mau kasih judul apa, abis gak jelas gini. Gak papa ya, biar nambah postingan blog, hehe :p

Aku orangnya tertutup. Terutama sama masalah yang lagi dihadapi. Jaraaaaang banget aku cerita soal masalahku yg pribadi gitu, ya kecuali kalo curhat masalah 'biasa', kaya nilai gitu... Aku juga ngerasa malu buat cerita. "Ngapain sih kesedihan sama kesusahan dibagi-bagi ke orang lain?" aku selalu mikir itu setiap kali mau curhat. Curhat yang sedih-sedih gitu ya, kalo lagi seneng sih bawaannya pengen cerita terus, haha.

Mungkin mereka taunya aku happy terus, bahagia terus, gak ada masalah ini itu. Apalagi semakin kesini aku jarang ngetweet galau atau curcol gitu. Malu tau, masalah diumbar-umbar.

Tapi mereka gak tau gimana hidupku yang 'sebenernya'. Ya, meskipun gak senelangsa Cinderella, ataupun seberat mereka yang hidup dijalan, tapi pastilah ada masalah yang datang. Dari mulai masalah sepele, sampe masalah yang bikin kepikiran berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Tapi bagusnya, aku orangnya moody positif (haha emang moody ada jenisnya Din?) gitu, jadi kalo udah ketemu temen pasti jadi 'baik-baik' aja kaya gak ada masalah. Tapi kalo lagi sendiri, suka keinget dan mikirin lagi tuh masalah. Sampe suka nangis tiba-tiba dan ngerasa semua gak pernah berpihak sama aku. Pengen cerita, tapi malu dan bingung.

Aku juga penganut "Yaudahlah, udah daritadi juga kejadiannya". Gimana ya jelasinnya-_- hmm gini nih contohnya: waktu itu aku pernah tiba-tiba nangis di sekolah. Penyebabnya karena suatu hal yang gak mungkin aku share di sini. Temen-temenku tanya aku kenapa, aku diem aja sambil coba tenang. Pas aku udah tenang, sahabatku tanya kenapa aku nangis, aku bilang gapapa. Kenapa aku bilang gapapa? Karena aku pikir, nagisnya juga udah lewat. Ngapain diceritain lagi? Malah bikin nangis lagi nanti. Yaudah deh gak cerita.

Dan masih banyak lagi yang mau ditulis, tapi......... males, hikss dasar-_-

Eh, ini termasuk curcol kan ya?
Hahaha tijel dasaaaar.
Yaudah, sekian postingan gak jelas dari aku.
Selamat malam!

Salam,
Dinda

10/10/13

Alhamdulillah

Kamis, 10 Oktober 2013.

Gue ngerasa hari ini penuh berkah banget. Rasanya bahagiaaaaaa banget :") Alhamdulillah, segala puji untuk-Mu.

Pertama; Hari ini ambil nilai kelompok senam. Dan kelompok gue keren banget! Happy yippie. Berkat kerja keras kita guys! Dan gue dibilang yang paling semangat & "motor" nya kelompok gue :D mungkin bagi kalian sepele, tapi bagi gue itu luar biasa. Alhamdulillah.

Kedua; Nilai UH 2 Matematika gue 9,2! Mata gue sampe berkaca-kaca pas tau. Ajaibnya, pas mau ulangan, gue gak belajar. Cuma baca catatan sekilas aja. Soalnya waktu itu udah ribet sama UH IPA juga. Tapi, Alhamdulillah nilai gue bagus :)

Ketiga; Gue peringkat tiga untuk Try Out UTS di Nurul Fikri Ciracas! Yeaay! Alhamdulillah sekali lagi. 10 besar di sana emang di dominasi anak SMPN 9 sih.... Dan temen-temen gue semua juga x) hehe. Tapi untuk yg ini gak terlalu bangga, soalnya ada beberapa soal yang nanya ke syany pas try out. Huaaa malu-maluin yaa :|  tapi bakalan berusaha buat ngerjain sendiri di ulangan/try out selanjutnya. Berusaha lebih baik dari sebelumnya :)

Tapi yang pasti hari ini benar-benar penub berkah :)) Alhamdulillah ya Allah.

Hahaha udah ah, see youuuuuu

Salam,
Dinda

01/10/13

Baca Aja

Haaaaai!
Ah, kali ini mau curhat. Curhat yang sepertinya bakalan panjang. Tapi mungkin gak panjang, karena ngepostnya via blogger for android, susah ngetiknya hehe-_-v

Huft ga kerasa banget gue udah kelas 9. Masa-masa paling mendebarkan deh selama SMP. Masa-masa dikekejar materi. Masa-masa dikepung tugas. Masa-masa paling 'romantis' sama soal. Masa-masa paling jarang pacaran sama kasur a.k.a tidurnya bentaaaar. Masa-masa sering ninggalin rumah. Banyak kan?

Fyi, gue ngetik ini pada saat baru selesai mandi dan baru mau memulai mengerjakan soal IPS. Gue tadi pulang jam setengah 8, dan tadi pagi berangkat jam 6. Langsung, dari sekolah, cus ke NF buat bimbel. Hikss.... Capek rasanya. Capek banget. Butuh tidur. Butuh tidurrrr! Libuuuuuur. Rrrr banyak maunya. Ish gue jadi gregetan sendiri :&

Tapi, mau gimana lagi. Emang udah gilirannya gue ketemu sama semuanya. Ketemu tugas, ketemu soal-soal, ketemu cowok cakep di bimbel (eh) haha engga xD yaaa pokoknya ketemu sama saat-saat ini deh. Kadang gue pengen nangis deh kalo lagi capek banget. Pengen skip sehari buat tidur. Tapi gak bisa. Lagian gue harus hadapin semuanya. Harus! Semangat! *nyemangatin diri sendiri*

Kalo lagi capek, biasanya gue ngaca, dan baca tulisan "SMAN 39 Jakarta. Semangat! Nem minimal 37,00!" yang gue tempel di cermin kamar. Rasanya ajaib banget, gue langsung ngerasa semuanya mudah, gampang dijalanin. Gue jadi punya keyakinan kalo gue PASTI BISA. Well, lo harus percaya sama mimpi lo.

Gue emang gak tau gimana gue nanti kedepannya. Apa gue berhasil masuk SMAN 39? Apa gue berhasil dapet nem minimal 37,00? Engga, gue gak tau. Tapi tulisan itu adalah mimpi gue. Gue akan kejar mimpi gue. Kalo emang Allah gak kasih jalan gue buat sekolah di sana, ya apa boleh buat? Yang penting gue udah usaha dan berdoa. Tawakal aja, Allah pasti tau apa yang gue butuhkan. Alhamdulillah kalo berhasil masuk SMAN 39, kalo gak masuk? Alhamdulillah juga, berarti SMAN 39 bukan yang gue butuhin, tapi sekolah pilihan Allah-lah yang gue butuhin.

Oya, menurut gue, kita udah harus punya plan dari sekarang. Kalo perlu siapin plan A sampe Z. Itu berguna banget buat gapai cita-cita lo dan efisiensi waktu belajar lo. Gue contohin secara singkat ya; Gue SMA maunya di 39, kenapa? Karena 39 SMA bagus. Insya Allah bakalan 'luas' kesempatannya untuk dapat undangan dari PTN. Terus gue maunya SMA di jurusan IPA. Kenapa? Karena pada saat SNMPTN/sejenisnya (menurut pengalaman orang lain) soal-soal kebanyakan IPA MTK. Jadi jurusan IPA bakalan 'meringankan' gue nanti. Lalu kuliah di UI (aamiin) atau UNJ. Ambil jurusan "realistis", insyaAllah Keperawatan. Nah saat itulah masa depan lo mulai kebaca.

Mungkin banyak yang bilang "Masa SMA tuh masa main-main, 3 tahun terakhir lo sekolah, santai, nanti lo nyesel gak ngerasain masa SMA sepuasnya" bagi gue itu SALAH! Masa SMA seharusnya dimanfaatin sebaik-baiknya. Harus fokus. Jangan sampe lo nyesel nanyinya. Pikirin deh gimana kalo lo sukses nanti. Orang tua lo bakalan bangga sama lo. Bakalan ceritain kesuksesanlo ke temen-temennya. Jangan sampe lo "nakal" dan nyesel setelahnya. Orang tua lo bakal malu banget. Bisa-bisa mereka nyesel lo ada di dunia ini. Jangan sampe...

Makanya, kita harus berpikiran dewasa dari sekarang. Bukan saatnya main-main lagi. Sekarang saatnya lo nabung buat "beli istana" di masa depan.
Semangat!

Salam super,
Dinda

21/09/13

Satu Tahun

Rasanya seperti mengorek luka lama yang hampir kering; sakit lagi, perih lagi. Itu yang aku rasakan. Tapi aku menikmatinya. Menikmati setiap detik saat scroll down di halaman profil twittermu, apalagi kalau bukan membaca tweet manismu yang kau alamatkan kepada dia --wanita yang kini menjadi penggantiku. Aku iri. Bukan, bukan kepadanya. Tapi kepadamu. Mengapa kamu begitu cepat melupakan aku dan berhasil bersama wanita lain? Sedangkan aku, sudah tepat satu tahun setelah kau memutuskan untuk pergi dari hidupku, aku masih tetap bertahan di sini, menunggumu. Rasanya aku seperti anak  kecil yang berdiri  di ambang pintu, menunggu hujan permen coklat datang. Mustahil. Aku tahu, menunggumu adalah hal yang sia-sia. Berkelut dengan rasa rindu yang tertahan. Merasakan pertarungan antara dua kubu dalam diriku, logikaku memaksa untuk melupakanmu, tetapi hatiku masih ingin bertahan. Otakku serasa mati. Tidak dapat menghentikan pertarungan tersebut.

Oh, dear. Aku hanya ini semua berakhir.

**

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah kisah di masa lalu, yang seharusnya diposting pada 9 September kemarin, tapi karena ada kesalahan kecil jadi baru bisa dipost sekarang.

Salam,
Dinda

09/09/13

September!

Hali semua!
Selamat tanggal 9 September /yipiii/. Hehehe. Jadi, angka 9 itu adalah salah satu angka favorit, selain 4 dan 13. Kenapa angka 9, 4, dan 13? Ya karena aku suka! :p hehe. Aku juga suka tanggal 9, apalagi di bulan ke sembilan juga, bulan September :)

Aku juga suka banget bulan September! Kenapa? Karena di bulan itu aku lahir. Tepatnya tanggal 4 September 1998. Ya, aku baru aja berulang-tahun. Happy birthday for me /tiup lilin/ :D

Selain karena aku ulang tahun, di bulan September, tepatnya tahun lalu, ada sesuatu yang sangat bersejarah dalam hidupku /lol/ tapi....... ya gak usah dibahaslah ya..

Ok, sekali lagi, Selamat tanggal 9 bulan September! :)

Salam,
Dinda

26/08/13

Cinta Datang Terlambat - Maudy Ayunda

Tak ku mengerti mengapa begini
Waktu dulu ku tak pernah merindu
Tapi saat semuanya berubah
Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku

Mungkin memang ku cinta
Mungkin memang ku sesali
Pernah tak hiraukan rasamu
Dulu...

Aku hanya ingkari
Kata hatiku saja
Tapi mengapa cinta datang terlambat

Tapi saat semuanya berubah
Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku

Mungkin memang ku cinta
Mungkin memang ku sesali
Pernah tak hiraukan rasamu
Dulu...

Aku hanya ingkari
Kata hatiku saja
Tapi mengapa kini
Cinta datang terlambat

Mungkin memang ku cinta
Mungkin memang ku sesali
Pernah tak hiraukan rasamu
Dulu...

Aku hanya ingkari
Kata hatiku saja
Tapi mengapa kini
Cinta datang terlambat

Cinta datang terlambat

*

"Aku hanya ingkari Kata hatiku saja Tapi mengapa kini Cinta datang terlambat"

07/08/13

Another Blog

Selamat Hari Raya Idul Fitri semua! Mohon maaf bila ada yg kurang berkenan :)

Sebenernya gue mau promosiin blog gue yang lain, tapi bukan blogspot. Yap, tumblr! Di tumblr sebenernya gue lebih sering post foto. Tapi gapapa lah yaa hehe :p monggo dilihat > http://dindavia.tumblr.com

Salam,
Dinda

06/08/13

Bukan Salah Hujan



Banyak yang membenci hujan. Kata mereka, kalau hujan, mereka gak bisa kemana-mana, cuaca  jadi dingin, bikin malas beraktifitas. Dan alasan-alasan konyol lainnya. Menurutku, hujan itu indah. Hujan  itu  mengasyikkan. Aku bisa mendapat banayk inspirasi menulis  jika hujan datang. Aku suka hujan. Tapi, itu dulu tepatnya 1 tahun yang lalu.
            Aku masih ingat alasanku membenci hujan. Tepat ketika hari ulang  tahunku. Saat itu, Mama berjanji akan menjemputku dari sekolah, dan makan siang bersama di restauran favoritku, hari itu juga hari pengumuman lomba menulis cerpen yang aku ikuti. Tanpa disangka, hujan datang. Sangat deras. Aku menunggu Mama di lobby sekolah, aku mendadak gelisah. Sudah hampir 1 jam aku menunggu, tapi wajah Mama tak kunjung  terlihat. Aku berusaha tenang, tapi pikiranku melayang. Aku takut kalau-kalau  sesuatu buruk terjadi pada Mama.
            “Selamat siang, apa benar ini dengan saudari Nikita?” tiba-tiba handphoneku berdering, terdengar suara wanita di sebrang sana
            “Iya, saya sendiri. Maaf dengan siapa ya?” Tanyaku gugup
            “Saya dari Rumah Sakit Harapan. Baru saja, Ibu anda mengalami kecelakaan. Beliau tergelincir saat mengendarai motor, lalu terjatuh. Kepalanya cidera.”
            Aku tercengang dan terdiam. Dadaku sesak.
            “Mama……” Suaraku lirih.
            Rumah sakit tersebut memintaku untuk segera mendatangi rumah sakit itu. Tanpa pikir panjang, aku berlari menerobos hujan, mencari taksi untuk kutumpangi, dan berdoa untuk mama.
            Setelah sampai dirumah sakit dan menemukan ruang UGD, aku masih terus berdoa untuk mama. Tidak lama kemudian, dokter keluar dan memberitahu bahwa mama telah tiada. Aku merasa tubuhku menjadi ringan. Penglihatanku buram. Mataku memanas. Aku menangis, kemudian pingsan. Aku membenci hujan saat itu juga.
            Entah bagaimana, saat aku tersadar aku sudah di rumah, disampingku ada tante Tira yang tersenyum lembut, tapi matanya sembab. Aku bangkit.
            “Mama mana te? Mama baik-baik aja kan?”
            “Niki, kamu yang sabar ya, sayang. Kamu harus kuat. Bentar lagi Mama kamu mau dimakamkan.” Tante Tira berusaha tegar
            “Engga tante! Mama janji mau makan siang sama aku, ngerayain ulang tahun aku. mama juga janji mau beliin laptop baru kalo aku berhasil menangin lomba menulis cerpen. Gak mungkin mama ingkar janji!”
            Tante Tira memelukku, aku menangis dalam  pelukannya.
            Aku memeluk mama untuk yang terakhir kali. Aku cium pipinya, tubuhnya terasa kaku dan dingin. Belum pernah aku  merasakan dingin seperti itu. Aku mencoba ikhlas, namun tidak semudah itu.
            Aku ikut mengantarkan mama ke tempat peristirahatan terakhirnya. Selamat jalan, Mama, semoga mama tenang di sana, aku pasti akan rindu Mama.
            Sejak saat itu aku benci sekali dengan hujan. Aku juga jadi benci menulis, padahal ternyata aku memenangkan lomba menulis tersebut. Tapi aku tidak peduli. Aku benci hujan!
            Kemarin, guru bahasaku memintaku untuk mengikuti lomba menulis cerpen, beliau tahu bahwa aku suka menulis cerpen dan sering memenangkan lomba. Langsung saja kutolak. Aku sudah tidak mau lagi berhubungan dengan dunia itu.
            “Ayolah Niki, Ibu tahu bakat kamu dibidang menulis. Kalo kamu menang dilomba ini, kamu mendapat sertifikat dan bisa masuk di SMA manapun yang kamu mau.” Bu Reza, guru bahasaku, membujukku.
            Beliau sudah sangat sering membujukku. Aku jadi tidak tega menolakknya lagi. Kali ini aku mengiyakan permintaannya.
            Lomba itu diadakan seminggu lagi. Tema lomba itu adalah kehidupan di sekitar kita. Aku bingung ingin menulis apa.
            Setelah aku mengiyakan permintaan bu Reza, aku bergegas pulang. Aku pulang sendiri saat itu, aku menumpang angkot yang berada di depan sekolah. Saat sudah sampai di depan komplek rumahku, tiba-tiba turun hujan. Aku jadi ingat Mama.
            Saat angkot berhenti, dan aku ingin turun, tiba-tiba ada adik kecil berdiri di depan pintu angkot sambil membawa payung besar. Tubuhnya basah kuyup.
“Ojek payung kak?” tanyanya.
Entah mengapa aku mengiyakan pertanyaannya, padahal saat itu aku membawa payung di dalam tas sekolahku. Aku melihat senyumnya mengembang dan matanya berbinar.
            “Kamu gak sekolah?” aku memberanikan diri bertanya
            “Udah pulang kak” jawabnya ringan.
            “Oh, kelas berapa?” tanyaku lagi.
            “Kelas 4 kak.” Jawabnya sambil menyeka air hujan yang melewati matanya. Dia lalu menatapku.
            “Kok ngojek payung? Emang gak diomelin?”
            “Sebenernya gak boleh sama Bapak. Takut kesambar petir kaya Ibu. Tapi kalo gak ngojek payung, kasihan Bapak gak ada yang bantu cari uang,” jawabnya polos.
            “Ibu kesambar petir?” tanyaku mengulang
            “Iya, sekarang Ibu udah gak ada kak,” aku lihat, matanya berkaca-kaca. Ia lalu menunduk untuk beberapa saat. Aku jadi ingat mama. Aku dan anak itu sama-sama kehilangan orang yang disayang saat hujan turun.
            “Kalo hujan, aku jadi inget sama ibu kak. Jadi pengen nangis. Tapi kata Ibu, anak laki-laki gak boleh nagis.” Dia melanjutkan, senyumnya mengembang.
            “Kamu benar..” aku memegang pundaknya yang sudah basah oleh air hujan itu.
            “Ibu juga bilang, kita gak boleh nyalahin takdir. Makanya, waktu Ibu meninggal aku gak sedih lama-lama. Allah udah kangen sama Ibu.” Kata-kata itu bagai tamparan untukku. Aku sadar, bahwa kepergian Mama bukan karena hujan. Tapi karena takdir dari Sang Khalik.
            Tidak terasa sudah sampai di depan rumahku. Aku memberikan ongkos ojek payung kepadanya. Dia tersenyum dan mengucapkan terimakasih, lalu berlalu. Aku masih diam di teras rumah. Menatap hujan yang semakin deras. Aku jadi bersemangat untuk mengikuti lomba menulis cerpen itu. Aku tau apa yang akan kuceritakan nanti. Anak kecil si pengojek payung. Sepertinya ide yang pas. Ku tatap lagi hujan itu. Hujan memang selalu memberikan inspirasi untukku. Hujan, maafkan aku karena pernah membencimu.

*** 

Aku mau cerita sedikit tentang cerpen ini. Jadi, aku nulis cerpen ini untuk dimuat di Majalah sekolahku, Majalah Ekspresi 9. Aku nangis pas nulis bagian  Aku memeluk mama untuk yang terakhir kali. Aku cium pipinya, tubuhnya terasa kaku dan dingin. Belum pernah aku  merasakan dingin seperti itu. Aku mencoba ikhlas, namun tidak semudah itu. Aku langsung inget Mama. Naudzubillahimindzalik Ya Allah... Tapi beneran aku nangis. Perasaan langsung ga enak gitu. Besoknya pas di sekolah aku juga nangis. Malu banget nangis di sekolah >_< tapi gak bisa ditahan. Aku langsung kepikiran hal yang jelek-jelek. Ya Allah, jangan ambil orang-orang yang aku sayang dulu. Aku masih ingin bersama mereka..
Umur emang gak ada yang tau, teman-teman. So, jaga dan sayangilah orang-orang di sekitarmu, sebelum Allah memanggil mereka kembali kepadaNYA.



Salam,
Dinda :)

22/07/13

Cita (dan) Cita

"Jadi penulis itu gak ada uangnya. Gak ada masa depannya" -Mama

Jujur, waktu pertama kali gue denger itu, gue bener-bener ngerasa 'salah' memilih cita-cita. Gue sedih banget lah ya, cita-cita gue ditolak gitu. Terngiang-ngiang terus kalimat itu di otak gue. Sampai akhirnya, gue ngerasa itu tantangan buat gue. Gue harus bisa bikin Mama gue percaya kalo gue bisa! Lebih tepatnya, ngebuktiin ke Mama, kalo jadi penulis itu ada masa depannya. Ya, kalimat Mama gue itu, gue jadi motivasi.

Sebenernya waktu gue kecil, setiap ditanya soal cita-cita, gue ngejawab jadi Dokter. Cita-cita sejuta anak kecil itumah, hahaha. Ada kali 80% temen-temen SD gue yg 'cita-cita'nya jadi Dokter.

Dan sekitar kelas 3, gue nulis cerpen pertama gue. Waktu itu salah satu guru yang paling deket sama gue ultah, yaudah gue kasih aja cerpen itu buat beliau. Besoknya, beliau bilang cerpen gue bagus (Alhamdulillah). Entah itu serius atau hanya ingin bikin gue seneng doang. Tapi waktu itu, gue bangga banget! Ya, namanya juga anak kecil ya-_-
Mulai saat itu, cita-cita gue ada dua; Penulis dan Dokter.

Gue mulai sering nulis cerpen sejak saat itu. Pernah gue bawa cerpen buatan gue ke sekolah, dan teman-teman gue baca. Mereka nangis! Serius! Ada bekas air mata mereka di buku tulis, yang gue jadiin buku kumpulan cerpen karya gue.  Ceritanya emang sedih, tapi biasa aja menurut gue (sewaktu gue baca lagi ceritanya disaat umur gue sekarang). Tentang dua sahabat yang dekeeeet banget, tapi sahabat yang satunya sakit dan meninggal. Mungkin, next time bakal gue post di sini.

Waktu itu gue bener-bener yang seneng banget. Rasanya puas bisa ngeliat pembaca kebawa cerita, sampai nangis gitu. Terharu :")
Temen-temen bilang kalo gue cocok jadi penulis (aamiin) tapi itu berlebihan sih kalo menurut gue-_-
Yaa gue aamiin-in aja semua doa yang baik-baik.

Gue juga seneng banget, waktu puisi karya gue dipilih buat dibacakan saat acara pelepasan kelas 6 (saat itu gue kelas 4/5, lupa). Gue bareng Lia, temen gue yang membacakan puisi itu. Gue udah lupa isinya gimana, seinget gue tentang jasa seorang guru gitu. Saat tampil membacakan puisi buatan gue sendiri, rasanya gue bangga banget. Suara gue sampai bergetar (gue masih inget hehe) saat ngebacain. Walaupun yang dateng ke acara itu cuma keluarga dari kakak-kakak kelas gue, gue tetep ngerasa bangga :")

Gue juga histeris saat cerpen gue ada di majalah sekolah gue, Majalah Ekspresi 9. Sebenernya sih gampang buat masukin cerpen ke majalah, apa lagi gue termasuk redaksi majalah itu. Tapi teteplah ya seneng bukan main. Itu cerpen pertama gue yang dicetak di media. Dan (InsyAllah) dibaca banyak orang (siswa & guru di sekolah gue, SMPN 9 Jakarta). Oya, ada cerita di balik penulisan cerpen itu. Hmm nanti bakal gue post cerpen itu plus ceritanya :D (Update: baca cerpen gue di sini)

Sampai sekarang, cita-cita gue untuk menjadi Dokter telah 'gugur'. Gak tau juga sih, kenapa bisa gitu. Tapi menurut gue, jadi apapun nanti, entah 'ada' uangnya ataupun 'engga', tetap lakukan dengan hati, dengan sungguh-sungguh, dan ikhlas. Semua orang udah ada jalan dan rezekinya masing-masing. Dan pasti, apa yang Allah berikan untuk kita, adalah yang terbaik. Karena hanya Dia yang tau, apa yang terbaik untuk hambanya.

   Kejar dan raih cita-citamu

Calon penulis sukses,
Dinda

27/06/13

Perahu Kertas 2 Quotes

Sebelumnya aku udah pernah post quotes dari PK 1 yang super pendek hehe, bisa baca di sini. Dan kali ini mau ngepost quotes dari PK 2.
Enjoy :)

Dear, Neptunus. Taukah kamu kenapa kali ini aku mengarung perahu kertasku hingga ke tengah laut? Aku ingin perahu kertasku berlabuh. Aku sangat ingin hatiku berlabuh kemanapun itu -Kugy

Kamu udah bawa aku kabur sejauh ini loh, aku berhak tau jawabannya -Kugy

Setiap aku mau ngelukis, itu semua karna tulisan kamu. Kanvasku punya kehidupan lagi -Keenan

Kamu pernah bilang sama aku, kalo ombak suara alam yang paling merdu -Remi

Bukannya kalian berdua punya radar-radar yg bisa sama sama tau letak kalian dimana? -Noni

Dari dulu, kalo kamu cerita tentang temen kamu yang namanya Keenan itu Gy, mata kamu langsung bercahaya. Kamu tuh lebih hidup. Nyawa kamu kaya tiba-tiba nambah 2 aja -Kakaknya Kugy

Gy, ini tuh bukan dongeng, ya ini hidup. Hadapin, kamu harus berani. Berani jujur sama diri kamu sendiri, jujur sama orang yang kamu sayangin -Kakaknya Kugy

Gak semua dongeng bisa happy ending, apa lagi realitas -Kakaknya Kugy

Kugy Karmachamaleon, saya cinta, selalu cinta, dan akan terus cinta sama kamu -Keenan

Perasaan ini gak bakal ada habisnya, Gy -Keenan

KK itu Keenan dan Kugy -Keenan

Aku tau, kamu tau, hati ini jg tau, Gy, kalo kita milih yg terbaik -Keenan

Aku sakit kaya gini setiap ingat kamu -Kugy

Aku yakin kita bisa, Gy -Keenan

Aku pasrah, Nus. Seperti semua perahu kertas yg selama ini aku larung. Dia ga pernah tau bakal mengalir ke mana, laut atau bukan. Gak semua cerita happy ending -Kugy

Ini harta karunku. Duniaku. Punya kamu sekarang. Aku mau berbagi duniaku sama kamu -Kugy

Sekarang saya tau kenapa Keenan begitu terinspirasi sama Kugy. Dibanding dia, saya bukan siapa-siapa. Saya ndak bisa jadi Kugy -Luhde

Saya cuma butuh kamu, bukan yang lain. Dan hati saya sudah memilih -Keenan

Dan lebih buruk lagi,  kalo kamu bertahan disini karna satu orang -Remi

Poyan gak tau caranya melepas -Pak Wayan

Hati itu dipilih, bukan memilih -Pak Wayan

Bertahan atau melepas, bagaimana hatimu. Hatimu yang tau -Pak Wayan

Karena bersama kamu, aku tidak takut lagi jadi pemimpi. Karna hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat. Dan bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita -Kugy

Cari orang yang bisa ngasih kamu segala-galanya, apapun itu, tanpa harus kamu minta -Remi

Karna hati kamu udah ga di sini -Remi

Kalo selamanya Keenan memlih di sini sama saya, selamanya Keenan ga akan tulus -Luhde

Saya ndak mau selamanya jadi bayang-bayang -Luhde

***
Salam agen Neptunus,
Dinda :)

26/06/13

Malaikat Juga Tahu...

Di sampingmu aku berdiri,
Aku memandangmu,
Aku mendambakanmu,

Tapi mengapa kau selalu memandang ke arahnya?
Selalu tersenyum untuknya?
Selalu mendambakannya?

Tidakkah kau lihat aku?
Aku yang berdiri di sampingmu
Aku yang menjadi tempat berkeluh-kesahmu
Aku yang sakit di sini, tapi kau tak mau tahu

Kau ingin dia di sini, menggantikan aku
Tapi kau bilang, kau tak sanggup tanpa aku
Jadi, apa maumu?
Ingin menbuatku hancur karna melihat kalian berdua di depan mataku sendiri?

Tidakkah kau merasa
Akulah yang nyata
Akulah yang mencintaimu
Bukan dia
Aku harus apa agar kau melihatku?

Silakan bandingkan,
Aku dan dia
Kau akan tahu,
Akulah juaranya

Malaikat juga tahu...

***

Tulisan ini terinspirasi oleh lagu Malaikat Juga Tahu (Dewi Lestari)

Salam,
Dinda :)

18/04/13

DIY : Scrub Kopi

Hai! Mau berbagi 'resep' scrub kopi nih. Cocok banget buat kamu yang punya pipi chubby, loh! Karena katanya, kandungan kafein dalam kopi itu bisa menghancurkan lemak dibawah kulit! Tentu aja, hasilnya akan kelihatan kalo dipake secara teratur.

Okay, langsung aja.
Bahan :
- Kopi item
- Gula pasir
- Air panas

--

Cara buat:
Campurkan 1 sendok makan kopi item dengan 1-2 sendok teh gula pasir ke dalam wadah. Lalu, masukan 3 sendok teh air panas, aduk sampai rata, namun tetap bertekstur. Oiya, air panasnya bisa disesuaikan ya, pokoknya teksturnya kasar-kasar gitu.
Setelah itu diamkan kira-kira setengah jam.

--

Cara pakai:
Gampang kok! Pertama basuh wajah degan air hangat, lalu keringkan dengan handuk, dan langsung oleskan scrub di wajah dengan gerakan memutar sambil sedikit dipijat. Diamkan 15 menit-an, lalu gosok dengan waslap/handuk lembut dan bilas dengan air dingin.

Selesai! Tapi harus diaplikasikan teratur, seminggu sekali, misalnya. Oiya, jangan lupa oleskan pelembab/moisturize untuk melembabkan & menutrisi kulit kalian yg baru muncul!
Selamat mencoba :D

Salam,
Dinda :)

14/04/13

Menghitung Embun

Pagi yang sunyi dan damai. Ku buka jendela kamarku yang menghadap ke taman mungil disamping rumah. Indahnya. Semerbak wangi bunga dan bau tanah yang khas membuatku tersenyum. Andaikan aku bisa menikmati ini lebih lama. Melewati pagiku yang indah lebih lama. Bahagia sekali, ketika ku melihat bulir embun di dedaunan yang melabai pelan diterpa angin pagi. Menghitung satu persatu bulir itu. Rasanya seperti menghitung sisa umurku. Tuhan, berikan aku umur yang lebih panjang lagi, agar aku bisa terus merasakan pagi yang indah ini, dan menghitung embun pagi yang menyejukan itu.

(By: Dinda Nur Oktaviani; ditemani gerimis kecil diluar rumah. Cerita fiktif)

23/03/13

Aku Kangen Kakak

"Aku kangen kakak!"
"Kakak juga" balasnya
Huh, aku benci! Kanapa singkat sekali? Kenapa dia tidak bertanya aku sedang apa, mungkin? Berbeda dengan dulu, seluruh perhatiannya hanya untukku―sekarang perhatiannya untukku terbagi, dia sedang dekat dengan perempuan lain.

Aku bisa apa? Aku mencintai dia, nampaknya dia juga. Tapi, tak ada status antara kita. Mungkin banyak pertimbangan yang ia pikirkan. Usia mungkin? Atau iman kita yang berbeda? Entah. Aku haya bisa bertanya dalam hati. Dia pernah bilang, dia menyanyangiku, tapi sepertinya tidak mudah. Aku tidak berani bertanya mengapa tidak mudah. Aku takut, kalau-kalau jawabannya sama seperti yang ada dipikiranku―usia dan perbedaan iman.

Sekarang, dia sudah memilih. Perempuan itu. Jarak usia mereka tidak jauh, merekapun seiman. Saat dia memberitahu kabar itu, aku bingung. Aku harus senang atau sedih? Sekarang semua berubah. Dia tidak pernah memberikanku perhatian lagi―sekedar menyapa saja tidak. Aku takut kalau ingin menyapanya. Takut ia dan pasangannya menjadi salah paham.

Aku kangen kakak!

By: Dinda Oktavia

(Cerita fiktif, bukan pengalaman pribadi, ataupun pengalaman orang lain)

For The First Time: Jadi MC

Untuk pertama kalinya gue jadi MC :3 emang sih, bukan MC di acar besar, cuma di acara ulang tahun adiknya Citra, Dewa. Tapi rasanya excited dan seneng banget!
Oya, btw, happy birthday ya Dewa! :D

Jadi waktu hari Rabu, Citra sms gue, dia nyuruh gue dateng kerumahnya hari Jumat. Soalnya adiknya ultah. Terus dia juga ngajak gue buat jadi MC gitu :3 gue langsung senyum-senyum sendiri hehe. Langsung gue iya-in tuh. Dan gak sabar buat hari H :D
Saking excitednya, gue sampe maskeran pake madu loh-_- haha. Ya, walaupun nanti tamunya cuma anak-anak usia TK, tapi harus tetep keliatan cantik dong *tetep*

Nah, tiba hari H-nya, Jumat 22 Maret 2013! Gue jam 3 kurang kerumah Citra, padahal acara mulai jam setengah 4. Sampe sana, ternyata Citra lagi mandi. Yaudah gue duduk dilantai yang udah dialasin sama karpet. Disana ada mamanya Citra, juga ada tante-tantenya Citra. Mereka lagi ngemasin snack sama ayam goreng gitu. Yaudah gue ikut bantuin, daripada bengong juga kan-_- sambil bantuin gue sodorin kado buat Dewa yang bungkusnya fail banget-_- gue gak bisa bungkus kado. Haha maaf yaa Dewa!

Terus jam 3.15 gitu, udah mulai ada yang dateng. Agak kacau sih, soalnya belum selesai ngemasin. Langsung gue pindahin beberapa 'goodie bag' yang udah dikemas, ke dalam kamarnya Citra (sebelahan sama ruang acaranya). Ternyata Citra juga udah rapi, dia ikut bantu pindahin. Sama sepupunya juga tuh, kalo gak salah namanya Bimo (lupa, haha). Udah keringetan gue-_- mana dagdigdug :|
Terus gue bisikin Citra "Cit, kalo nanti garing gimana?" ya maklum, baru pertama kali. Apalagi, gue sama Citra termasuk anak pemalu-_-
"Iya juga din. Aku juga daritadi mikir gitu" aiiihhh takut gagal!
Kita masih nunggu tamu yang lagi menuju rumah Citra, tapi yg lain udah pada gak sabar. Udah rewel semua. Aduh, gimana nih!

Akhirnya acara dimulai, setelah kode-kode-an sama Citra untuk berunding siapa yang menyapa anak-anak itu duluan, lol.

Setelah sambutan dari mamanya Citra (ayahnya Citra gak bisa hadir, soalnya kerja di Surabaya), Dewa langsung tiup lilin. Gue dan Citra, komandoin anak-anak untuk nyanyi lagu Tiup lilin. Setelah itu, games! Gue suruh 5 adik-adik kecil itu maju kedepan, pastinya dijanjiin dapet hadiah dulu dong :3 setelah mereka maju, gue langsung bingung. Ini gamesnya ngapain ya?-_- akhirnya Citra nyuruh mereka nyanyi lagu Balonku. Dan dapatlah mereka hadiahnya. Selamat ya! :D

Ups, gue dan Citra melewatkan hal yang cukup penting dalam acara ulang tahun! Potong kue. Ya gue dan Citra lupa-_- akhirnya kita potong kue dulu. Setelah itu, Dewa kasih potongan pertama untuk Mamanya. Sweet :)

Baru kita tutup acaranya sambil bagiin 'goodie bag' yang tadi udah dikemas.

Meskipun MCnya garing, tapi tetep seru kok *maksa* haha. Itung-itung pengalaman. Thanks Cit! :D

The Blushful Girl,
Dinda

09/02/13

Random.

Sesuai dengan apa yang gue tulis di blog ini, "menulis apa yg di dengar, lihat, dan rasakan" maka dari itu, lahirlah post kali ini. Hehe.
Ini random banget, sesuai dengan judulnya.
Hmm, sebenernya, ini kumpulan tweets dari twitter gue, sih. Yaa, random lah. Apa yang terlintas difikiran gue, gue tulis.
Emang sih, kata-katanya galau semua, tapi, "apa yang kita tulis, belum tentu apa yang kita rasakan", kan? :)

Dulu, mencintaimu adalah kebahagiaan untukku. Sekarang, aku sakit bila mencintaimu. Tapi aku menikmatinya.

Aku terlalu narsis, berkhayal kamu dan aku menjadi kita.

Kalau Kugy punya radar neptunus untuk menemukan Keenan, aku punya radar cinta untuk menemukan kamu.

Kamu tuh ngerasa gak sih, kalo aku kangen kamu?

Aku rindu kamu yang tiap pagi menyapaku lewat pesan singkat.

Kamu terlalu sempurna untuk aku yang biasa aja.

Hidup bertahun-tahun tanpa dirimu, kemudian kau datang dan menorehkan kenangan di hidupku, kemudian kamu pergi. Secepat itukah kamu melupakan semua kenangan kita?

Hidupku terlalu hampa jika kau pergi.

Hatiku menjadi berwarna ketika kau hadir, itu alasan mengapa aku tetap bertahan sampai sekarang.

Aku terlalu bodoh, memberikan banyak kesempatan kepadamu untuk kembali menyakitiku.

Mencintaimu dengan ketulusan. Aku tak menuntutmu untuk membalas cintaku. Namun, semua orang ingin cintanya berbalas, kan?

Terlalu pahit untuk diingat, tapi terlalu manis untuk dilupakan.

Mencintaimu adalah alasanku untuk bahagia.

                     Random girl,
                        Dinda.

08/02/13

Aneh

-Aku tak tahu mengapa, aku bisa jatuh cinta kepadamu, yang notabenenya 'semu' untukku. Abstrak. Tidak nyata. Mungkin aku yang gila, atau, rangkaian kata-kata yang kamu kirim ke aku yang begitu luar biasa? Entahlah.-
---

Awalnya kamu sama saja dengan teman-teman dunia mayaku yang lain. Malah, aku menganggapmu sebagai kakak, karena jarak usia kita yang lumayan jauh. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku ngerasa kamu beda dari teman dunia mayaku yang lain. Kamu spesial. Kamu istimewa. Hatiku yang berkata seperti itu.

Aku selalu bersemangat saat megetik balasan pesan untukmu. Gila. Aku gak pernah sesemagat ini. Bibirku selalu mengembang saat membaca pesan singkat darimu. Rasanya kecewa, saat tau waktu berputar sangat cepat, dan 'memaksa' kita untuk mengakhiri obrolan 'aneh dan gak jelas' itu untuk segera memejamkan mata.

Aku merasakan hatiku bergetar saat berbalas pesan singkat denganmu. Aku merasa pipiku memerah saat itu. Aku juga merasa tanganku gemetar. Ada apa denganku? Jatuh cinta? Tunggu dulu, kita sama sekali belum pernah bertemu, bahkan mendengar suaramu saja, belum. Kita terpisah oleh jarak.

Ingin rasanya merasakan tatapan hangat matamu. Ingin rasanya merasakan nyamannya genggaman jemarimu disela-sela jemariku. Ingin rasanya mendengar berbagai lelucon dari bibirmu yang sering kamu berikan berwujud pesan singkat kepadaku. Ingin rasanya melihat langsung senyum manismu yang telah membuatku tersenyum juga. Semuanya yang ada di diri kamu.

Sampai pada akhirnya, kita mulai sedikit berjarak. Aku takut akan hal itu. Saat kamu sibuk dengan pendidikanmu, dan aku juga begitu. Waktu kita banyak tersita. Terkadang kamu baru menyapaku saatku baru ingin memejamkan mata. Aku emang gak pernah menyapamu duluan, aku takut menggangu dan memang karna aku terlalu takut untuk sekedar menyapa duluan.

Meskipun akhirnya, aku tahu, kamu juga punya rasa yang sama padaku. Kita sama-sama pengecut untuk mengungkapkannya, tapi akhirnya kamu mengatakannya juga. Entahlah, itu jujur atau hanya harapan, aku hanya bisa menerka ―soal perasaanmu. Dan pada akhirnya waktu (kembali) memisahkan kita; sebenarnya, aku dan kamu belum menjadi 'kita', sih. Tapi aku sudah bersyukur bisa mengenalmu dan (pernah) jadi bagian dari hidupmu. Semuanya emang gak ada yang abadi. Tapi aku tetap mencintaimu, dari sini.

Note: maaf untuk pihak yang ngerasa 'bermain' dalam post kali ini, hehe :) ini hanya curahan hati aja, sih. Thanks for reading :)

-Dinda-